Minggu, 17 November 2019

MEDIA CETAK DALAMPEMBELAJARAN PAI

MEDIA CETAK DALAM PEMBELAJARAN PAI
Description: E:\Logo_Baru_UIN_Alauddin_Makassarjpg.jpeg
 








MAKALAH
Makalah ini Diajukan sebagai Tugas Mata Kuliah Media Pembelajaran

Oleh:
SUKRIYANI S
NIM. 80200218034

Dosen Pemandu:
Dr. Muhammad Yaumi, M.Hum.,M.A.
Dr. Muhammad Yusuf T, M.Pd.I.


 PASCASARJANA
UIN ALAUDDIN MAKASSAR
2019



MEDIA CETAK DALAM PEMBELAJARAN-PEMBELAJARAN PAI
Oleh :
Sukriyani S
Abstrak
Media cetak dapat diartikan sebagai media yang mengandung pesan yang dituangkan dalam bentuk tulisan, huruf-huruf, gambar-gambar, dan simbol-simbol yang mengandung arti. Hubungan media cetak ini untuk tujuan kognitif dapat berfungsi untuk menyampaikan informasi yang bersifat nyata. Untuk tujuan afektif media cetak ini dapat menunjang suatu materi dalam hubungannya dengan perubahan sikap dan tingkah laku. Untuk tujuan psikomotor media cetak ini dapat menunjukkan posisi sesuatu yang sedang terjadi dan mengajarkan berbagai langkah dan prinsip dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan wadah dari pesan yang disampaikan oleh sumber atau penyalurnya yaitu pendidik, kepada sasaran atau penerima pesan, yakni peserta didik yang belajar pendidikan agama Islam.

Keywords
Media Cetak, pembelajaran PAI




BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pembelajaran yang dilaksakannya. Untuk memenuhi hal tersebut di atas, guru dituntut mampu mengelola proses belajar mengajar yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga mau belajar karena memang siswalah subyek utama dalam proses belajar .
Untuk mengupayakan pendidikan yang berkualitas, guru seringkali menemukan kesulitan dalam memberikan materi pembelajaran. Terutama dalam kualitas proses belajar mengajar yang dikembangkannya yang berakibat langsung kepada kualitas hasil yang dicapai oleh para siswa. Kondisi semacam ini akan terus terjadi selama guru masih menganggap bahwa dirinya merupakan sumber belajar bagi siswa. Apalagi dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, telah membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap berbagai dimensi kehidupan manusia, terutama di bidang pendidikan. Agar pendidikan tidak tertinggal dari perkembangan IPTEK tersebut perlu penyesuaian-penyesuaian terutama yang berkaitan dengan faktor pengajaran di sekolah. Salah satu faktor itu adalah media pembelajaran yang perlu dipelajari, dikuasai dan dipelajari guru, sehingga dapat menyampaikan materi pelajaran secara baik, berdaya guna, dan berhasil.
Media pembelajaran merupakan komponen intruksional yang meliputi pesan, orang, dan peralatan. Media memiliki banyak makna baik dilihat secara terbatas maupun secara luas. Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadian penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran. Media pembelajaran yang masih umum digunakan para guru adalah media cetak.
Media cetak mempunyai makna sebuah media yang menggunakan bahan dasar kertas atau kain untuk menyampaikan pesan-pesannya. Unsur-unsur utama adalah tulisan (teks), gambar visualisasi atau keduanya. Media cetak ini bisa dibuat untuk membantu guru melakukan komunikasi interpersonal saat kegiatan belajar mengajar. Media ini juga bisa dijadikan sebagai bahan referensi (bahan bacaan) atau menjadi media instruksional atau mengkomunikasikan teknologi baru. Media cetak dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran karena media ini banyak menyimpan pesan tertulis yang mudah diterima.
 Kedudukan media cetak dalam proses belajar mengajar sangat menentukan, sebab meskipun seorang guru dalam melaksanakan proses pembelajaran telah menguasai materi dengan baik dan sudah menggunakan metode yang tepat, namun jika tidak digunakan media dalam menyajikan materi secara praktis, maka tujuan pembelajaran tidak dapat  tercapai secara optimal.
Kenyataan yang sering terjadi dalam kegiatan proses belajar mengajar guru masih jarang memanfaatkan media cetak, mereka hanya menjelaskan materi yang terdapat dalam buku paket saja dan amat sedikit menggunakan majalah, modul, lembar kerja. Padahal seorang guru dituntut lebih kreatif dalam menyajikan materi seperti mempergunakan media sebagai alat bantu untuk memperjelas materi yang masih sulit dipahami siswa. Mengingat begitu besarnya peran media cetak dalam proses belajar mengajar, maka makalah ini membahas khusus mengenai media cetak dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam (PAI).
B.        Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka masalah pokok yang akan dibahas sebagai berikut:
1.        Apakah pengertian media cetak?
2.        Bagaimana  ragam media cetak?
3.        Bagaimana kelebihan dan kekurangan media cetak dalam pembelajaran?
4.        Bagaimana media cetak  dalam pembelajaran PAI?
C.     Tujuan Pembahasan
1.             Untuk mengetahui pengertian  media cetak.
2.             Untuk mengetahui ragam media cetak.
3.             Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan media cetak dalam pemebelajaran.
4.             Untuk mengetahui  media cetak  dalam pembelajaran PAI.










BAB II PEMBAHASAN

A.        PENGERTIAN MEDIA CETAK
Media cetak pada kenyataan meliputi bahan bacaan di Indonesia. Bahan bacaan masih sedikit jumlahnya bila dilihat dari kebutuhan. Lagi pula kecenderungan dan rangsangan untuk membacapun masih kurang. Padahal kegiatan membaca merupakan suatu yang cukup penting artinya bagi siswa. Dengan membaca secara teratur siswa dapat menyerap gagasan, teori, analisis atau penemuan orang lain. Dan lewat kegiatan membaca seorang dapat mengikuti setiap perkembangan baru yang terjadi. Selain meliputi bahan bacaan, media cetak menampilkan simbol-simbol tertentu. Dalam proses pembelajaran, media cetak merupakan media yang paling banyak dan paling sering digunakan. Media ini berfungsi untuk menyalurkan pesan dari pemberi ke penerima pesan (dari guru kepada siswa). Media cetak menurut Eric Barnow adalah segala barang yang dicetak yang ditujukan untuk umum atau untuk suatu publik tertentu.
Secara sederhana, media cetak dapat diartikan sebagai media yang mengandung pesan yang dituangkan dalam bentuk tulisan, huruf-huruf, gambar-gambar, dan simbol-simbol yang mengandung arti. Media cetak mempunyai makna sebuah media yang menggunakan bahan dasar kertas atau kain untuk menyampaikan pesan-pesannya. Unsur-unsur utama adalah tulisan (teks), gambar visualisasi atau keduanya. Media cetak ini bisa dibuat untuk membantu guru melakukan komunikasi interpersonal saat kegiatan belajar mengajar. Media cetak dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran karena media ini banyak menyimpan pesan tertulis yang mudah diterima. Dengan demikian yang dimaksud media cetak meliputi surat kabar, majalah, serta segala macam barang cetakan yang ditujukan untuk menyebarluaskan pesan-pesan komunikasi. Hubungan media cetak ini untuk tujuan kognitif dapat berfungsi untuk menyampaikan informasi yang bersifat nyata. Untuk tujuan afektif media cetak ini dapat menunjang suatu materi dalam hubungannya dengan perubahan sikap dan tingkah laku. Untuk tujuan psikomotor media cetak ini dapat menunjukkan posisi sesuatu yang sedang terjadi dan mengajarkan berbagai langkah dan prinsip dalam proses pembelajaran.[1]

B.        RAGAM MEDIA CETAK
1.   Buku teks
Buku teks adalah buku pelajaran yang disusun oleh para ahli atau pakar dalam bidangnya untuk menunjang program pengajaran yang telah digariskan oleh pemerintah. Merupakan buku tentang suatu bidang studi atau ilmu tertentu yang disusun untuk memudahkan para guru dan siswa dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Penyusunan buku teks ini disesuaikan dengan urutan (sequence) dan ruang lingkup (scope) GBPP tiap bidang studi tertentu. Fungsi buku teks bagi guru adalah sebagai pedoman untuk mengidentifikasi apa yang harus diajarkan atau dipelajari oleh siswa, mengetahui urutan penyajian bahan ajar, mengetahui teknik dan metode pengajaranya, memperoleh bahan ajar secara mudah dan menggunakannya sebagai alat pembelajaran siswa di dalam atau diluar sekolah. Fungsi buku teks bagi siswa adalah sebagai sarana kepastian tentang apa yang ia pelajari, alat kontrol untuk mengetahui seberapa banyak dan seberapa jauh ia telah menguasai materi pelajaran, alat belajar (di luar kelas buku teks berfungsi sebagai guru) di mana ia dapat menemukan petunjuk, teori, maupun konsep dan bahan-bahan latihan atau evaluasi (Krisanjaya 1997:86).
2.   Modul Pembelajaran
Modul adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru, sehingga modul berisi paling tidak tentang:
a)        petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru),
b)        kompetensi yang akan dicapai,
c)        content atau isi materi,
d)       informasi pendukung,
e)        latihan-latihan,
f)         petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK),
g)        evaluasi,
h)        balikan terhadap hasil evaluasi.
Sebuah modul akan bermakna kalau peserta didik dapat dengan mudah menggunakannya. Pembelajaran dengan modul memungkinkan seorang peserta didik yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat menyelesaikan satu atau lebih KD dibandingkan dengan peserta didik lainnya.  Dengan demikian maka modul harus menggambarkan KD yang akan dicapai oleh peserta didik, disajikan dengan menggunakan bahasa yang baik, menarik, dilengkapi dengan ilustrasi.
3.   Lembar Kerja
LKS merupakan suatu bahan ajar cetak berupa lembaran berisi tugas yang di dalamnya berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas. LKS dapat berupa panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif maupun panduan untuk pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan eksperimen dan demonstrasi. Tujuan pengemasan materi dalam bentuk LKS adalah:
a.              LKS membantu siswa untuk menemukan suatu konsep LKS mengetengahkan terlebih dahulu suatu fenomena yang bersifat konkrit, sederhana, dan berkaitan dengan konsep yang akan dipelajari. LKS memuat apa yang (harus) dilakukan siswa meliputi melakukan, mengamati, dan menganalisis;
b.             LKS membantu siswa menerapkan dan mengintegrasikan berbagai konsep yang telah ditemukan;
c.              LKS berfungsi sebagai penuntun belajar LKS berisi pertanyaan atau isian yang jawabannya ada di dalam buku. Siswa akan dapat mengerjakan LKS tersebut jika membaca buku;
d.             LKS berfungsi sebagai penguatan;
e.              LKS berfungsi sebagai petunjuk praktikum.
Manfaat LKS Lembar kegiatan siswa adalah dapat membantu guru dalam mengarahkan siswanya untuk dapat menemukan konsep-konsep melalui aktivitasnya sendiri atau dalam kelompok kerja. Selain itu, LKS juga dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan proses, mengembangkan sikap ilmiah serta membangkitkan minat siswa terhadap alam sekitarnya. Akhirnya LKS juga memudahkan guru untuk melihat keberhasilan siswa dalam mencapai sasaran belajar.
4.   Handout
Handout merupakan ringkasan bahan pembelajaran cetak yang berisi pemetaan konsep, uraian singkat, ikhtisar, skema, prosedur kerja, atau penerapan rumus-rumus, dan contoh-contoh perhitungan praktis yang didistribusi secara cuma-cuma kepada peserta didik. Handout adalah bahan ajar cetak yang diberikan kepada peserta didik yang berisi inti sari pembahasan, pertanyaan dan masalah, dan / atau tugas yang akan diselesaikan oleh peserta didik.[2]
5.   Majalah
Majalah adalah jenis media yang terdiri dari sekumpulan kertas cetakan yang disatukan. Tulisan-tulisan di dalam majalah dibuat bukan oleh tulisan tangan, namun oleh suatu mesin cetak. Majalah biasanya berisi berbagai macam topik tulisan yang sesuai dengan tujuan dan topik dari majalah yang bersangkutan. Bukan hanya terdapat tulisan, di dalam majalah juga ada gambar-gambar yang bertujuan sebagai ilustrasi dari tulisan dan juga bertujuan untuk membuat isi majalah menjadi cantik dan menarik.
6.   Leaflet
Leaflet adalah bahan cetak tertulis berupa lembaran yang dilipat tapi tidak dimatikan/dijahit.  Agar terlihat menarik biasanya leaflet didesain secara cermat dilengkapi dengan ilustrasi dan menggunakan bahasa yang sederhana, singkat serta mudah dipahami.   Leaflet sebagai bahan ajar juga harus memuat materi yang dapat menggiring peserta didik untuk menguasai satu atau lebih KD.
7.   Poster
Yaitu sajian bentuk grafis dari kombinasi visual yang jelas, menyolok, dan menarik dengan maksud untuk menarik perhatian orang dan mengikuti informasi atau himbuan yang dituliskan. Poster merupakan gabungan antara gambar dan tulisan dalam satu bidang yang memberikan informasi tentang satu atau dua ide pokok.
8.   Foto/Gambar
Foto/gambar memiliki makna yang lebih baik dibandingkan dengan tulisan. Foto/gambar sebagai bahan ajar tentu saja diperlukan satu rancangan yang baik agar setelah selesai melihat sebuah atau serangkaian foto/gambar siswa dapat melakukan sesuatu yang pada akhirnya menguasai satu atau lebih KD. Menurut Weidenmann dalam buku Lehren mit Bildmedien menggambarkan bahwa melihat sebuah foto/gambar lebih tinggi maknanya dari pada membaca atau mendengar. Melalui membaca yang dapat diingat hanya 10%, dari mendengar yang diingat 20%, dan dari melihat yang diingat 30%.  Foto/gambar yang didesain secara baik dapat memberikan pemahaman yang lebih baik. Bahan ajar ini dalam menggunakannya harus dibantu dengan bahan tertulis. Bahan tertulis dapat berupa petunjuk cara menggunakannya dan atau bahan tes. Sebuah gambar yang bermakna paling tidak memiliki kriteria sebagai berikut:
a.         Gambar harus mengandung sesuatu yang dapat dilihat dan penuh dengan informasi/data. Sehingga gambar tidak hanya sekedar gambar yang tidak mengandung arti atau tidak ada yang dapat dipelajari,
b.        Gambar bermakna dan dapat dimengerti. Sehingga, si pembaca gambar benar-benar mengerti, tidak salah pengertian,
c.         Lengkap, rasional untuk digunakan dalam proses pembelajaran, bahannya diambil dari sumber yang benar. Sehingga jangan sampai gambar miskin informasi yang berakibat penggunanya tidak belajar apa-apa.
9.   Komik
Komik merupakan media yang mempunyai sifat yang sederhana, jelas, mudah dipahami. Berbentuk gambar dan teks yang sedikit, berbentuk percakapan. Oleh sebab itu komik dapat berfungsi sebagai media yang informatif dan edukatif. Komik dapat diterbitkan dalam berbagai bentuk, mulai dari strip dalam koran, dimuat dalam majalah, hingga berbentuk buku tersendiri. (Wikipedia, 2015). Komik sangat efektif diterapkan pada anak yang dominan kecerdasan bahasa dan kecerdasan visual karena memuat cerita-cerita dalam gambar yang berwarna warni[3]
10.   Puzzle
Puzzle di sini dalam bentuk gambar yang berisi edukasi. Dunia anak masih kental dengan suasana permainan. Dengan puzzle, seorang anak selain bermain juga dapat sambil belajar.

C.        KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MEDIA CETAK DALAM PEMEBELAJARAN
Media cetak memiliki kelebihan dan kekurangan untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Kelebihan dan kekurangan itu antara lain sebagai berikut.
1.        Kelebihan
Kelebihan dari media pembelajaran, khususnya media cetak yang digunakan adalah sebagai berikut.
a.              Dapat menyajikan pesan atau informasi dalam jumlah banyak
b.              Pesan atau infomasi dapat dipelajari oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kecepatan masing-masing.
d.              Dapat dikumpulkan atau dibuat kliping.
e.              Informasi didalamnya jelas dan mampu menejelaskan hal-hal yang kompleks ataupun bersifat investigatif, terkadang juga disertai gambar atau foto kejadian perkara.
f.               Perbaikan / revisi mudah dilakukan
g.              Mampu menyampaikan berbagai informasi yang berkaitan dengan fakta maupun konsep abstrak yang bersifat pengetahuan, keterampilan ataupun sikap.
2.        Kekurangan
Media cetak yang digunakan untuk media pembelajaran mempunyai beberapa kekurangan, antara lain sebagai berikut:
a.              Proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama
b.              Bahan cetak yang tebal mungkin dapat membosankan dan mematikan minat peserta didik untuk membacanya
c.              Apabila dijilid dn kertasnya jelek, bahan cetak akan mudah rusak dan sobek.

D.        MEDIA CETAK DALAM PEMBELAJARAN PAI
Media cetak berbeda dengan media audio karena media ini sangat berperan pada penglihatan. Misalnya guru menjelaskan materi yang ada hubungannya dengan sebuah hadis atau ayat. Di sini guru dapat menggunakan media cetak dengan menempelkan gambar atau poster yang bertuliskan hadis dan ayat. Pada media cetak juga terdapat metode penggunaannya dalam proses pembelajaran yaitu:
a. Menganalisis pokok bahasan/sub pokok bahasan;
b. Menyiapkan bahan-bahan yang digunakan;
c. Menugaskan siswa untuk menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan dalam proses pembelajaran;
d. Memeragakan gambar-gambar sehingga dapat dilihat dengan jelas oleh semua siswa;
e. Guru menjelaskan materi pelajaran melalui media yang telah disiapkan sekaligus juga menanamkan nilai moral dan norma yang menjadi target harapannya.
Metode ini dalam pembelajaran PAI memudahkan guru dalam peyampaiannya dimana dengan memperlihatkan tulisan-tulisan arab yang berisikan hadis atau ayat guru dapat langsung memberikan makna mufradat yang berkenaan dengan tulisan tersebut dan dapat memberikan daya tarik bagi siswa dengan melihat keindahan tulisan di samping tujuan utama memahami hadis atau ayat tersebut.
Pada aspek Al-Qur’an, guru menggunakan media cetak dengan menempelkan gambar atau poster yang bertuliskan hadis dan ayat. Pada aspek Aqidah, untuk memahamkan peserta didik tentang hari akhir, maka guru menggunakan media cetak berupa foto/gambar tentang kejadian-kejadian alam yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pada aspek Akhlak, guru menggunakan media cetak  berupa buku teks akhlak, buku teks agama pelengkap, bahan bacaan umum seperti majalah, koran dan sebagainya. Melalui bahan bacaan atau bahan cetak ini peserta didik akan memperoleh pengalaman dengan membaca. Pada aspek fiqih, untuk memahamkan tatacara berwudhu atau tayamum, guru menggunakan poster. Pada  aspek tarikh, guru menggunakan media cetak  berupa buku teks tentang  kisah-kisah  nabi dan khulafaur rasyidin untuk mengajarkan kisah-kisah nabi dan sahabat rasulullah, saw.
Melaui metode penggunaan media ini, siswa dapat belajar dan membaca dengan penglihatannya sendiri dan tidak hanya mendengar metode ceramah dari guru tanpa menggunakan media maka murid susah memahami isi dari materi pelajaran tersebut.








BAB III  PENUTUP
A.        Simpulan
Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa :
1.             Media cetak dapat diartikan sebagai media yang mengandung pesan yang dituangkan dalam bentuk tulisan, huruf-huruf, gambar-gambar, dan simbol-simbol yang mengandung arti.
2.             Ragam media cetak yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran adalah buku teks pembelajaran, modul,  LKS (Lembar Kerja Siswa), handout, majalah, leaflet, poster, foto/gambar, komik, dan puzzle.
3.             Kelebihan media cetak sebagai media pembelajaran diantaranya adalah dapat dibaca berulang-ulang dimana saja, kapan saja, dapat dibuat kliping, informasi didalamnya jelas berkaitan dengan fakta maupun konsep abstrak yang bersifat pengetahuan, keterampilan ataupun sikap, dan penggunaannya mudah tidak bergantung pada peralatan lain. Kekurangannya penyampaian informasinya lebih lambat dari media lain, foto dan gambar yang ada terbatas, biaya produksinya mahal, jumlah barangnya terbatas, membutuhkan waktu yang lama untuk membaca semua berita sampai selesai, kurang bisa membantu daya ingat, apabila penyajiannya tidak menarik cepat membosankan para pembaca.
4.             Media cetak dalam pembelajaran PAI antara lain :
a.         Pada aspek Al-Qur’an, guru menggunakan media cetak dengan menempelkan gambar atau poster yang bertuliskan hadis dan ayat.
b.        Pada aspek Aqidah, untuk memahamkan peserta didik tentang hari akhir, maka guru menggunakan media cetak berupa foto/gambar tentang kejadian-kejadian alam yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
c.         Pada aspek Akhlak, guru menggunakan media cetak  berupa buku teks akhlak, buku teks agama pelengkap, bahan bacaan umum seperti majalah, koran dan sebagainya. Melalui bahan bacaan atau bahan cetak ini peserta didik akan memperoleh pengalaman dengan membaca.
d.        Pada aspek fiqih, untuk memahamkan tatacara berwudhu atau tayamum, guru menggunakan poster.
e.         Pada  aspek tarikh, guru menggunakan media cetak  berupa buku teks tentang  kisah-kisah  nabi dan khulafaur rasyidin untuk mengajarkan kisah-kisah nabi dan sahabat rasulullah, saw.
B.        Saran
Sebagai seorang pendidik, hendaknya dapat memanfaatkan media di sekitarnya sebagai media pembelajaran, termasuk media cetak. Pendidik hendaknya mampu mengembangkan media semenarik mungkin sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai sekaligus menyenangkan hati siswa.


         

DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1997.
Hardianto, Media Pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam, https://www.academia.edu. (diakses 8 Nopember 2019)
Mukhtar, Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Jakarta: CV Misaka Galiza, 2003)
Sanjaya Wina, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. (Jakarta: Kencana, 2011)
Thoha, Chabib, dkk., Metodologi Pembelajaran Agama, ( Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999)
Wikipedia. Komik. Online. https://id.wikipedia.org/wiki/komik (diakses
Yaumi, muhammad, Media & Teknologi Pembelajaran. (Cet.1; Jakarta: Prenadamedia Group, 2018)




[1] Mukhtar, Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Jakarta: CV Misaka Galiza, 2003), h. 105.

[2] Dr. Muhammad Yaumi, M.Hum., M.A., Media & Teknologi Pembelajaran, (Cet.1; Jakarta: Prenadamedia Group, 2017), h. 118-119.
[3] Dr. Muhammad Yaumi, M.Hum., M.A., Media & Teknologi Pembelajaran, (Cet. 1; Jakarta: Prenadamedia Group, 2017), h. 123







Tidak ada komentar:

Posting Komentar