MEDIA CETAK DALAM
PEMBELAJARAN PAI
![]() |
MAKALAH
Makalah ini Diajukan sebagai Tugas Mata Kuliah Media
Pembelajaran
Oleh:
SUKRIYANI S
NIM. 80200218034
Dosen Pemandu:
Dr. Muhammad Yaumi, M.Hum.,M.A.
Dr. Muhammad Yusuf T, M.Pd.I.
PASCASARJANA
UIN ALAUDDIN MAKASSAR
2019
MEDIA CETAK DALAM
PEMBELAJARAN-PEMBELAJARAN PAI
Oleh :
Sukriyani S
Abstrak
Media cetak dapat diartikan sebagai media yang
mengandung pesan yang dituangkan dalam bentuk tulisan, huruf-huruf, gambar-gambar,
dan simbol-simbol yang mengandung arti. Hubungan
media cetak ini untuk tujuan kognitif dapat berfungsi untuk menyampaikan
informasi yang bersifat nyata. Untuk tujuan afektif media cetak ini dapat
menunjang suatu materi dalam hubungannya dengan perubahan sikap dan tingkah
laku. Untuk tujuan psikomotor media cetak ini dapat menunjukkan posisi sesuatu
yang sedang terjadi dan mengajarkan berbagai langkah dan prinsip dalam proses
pembelajaran. Media pembelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan wadah dari
pesan yang disampaikan oleh sumber atau penyalurnya yaitu pendidik, kepada
sasaran atau penerima pesan, yakni peserta didik yang belajar pendidikan agama
Islam.
Keywords
Media
Cetak, pembelajaran PAI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
belakang masalah
Guru memiliki peran yang sangat penting dalam
menentukan kuantitas dan kualitas pembelajaran yang dilaksakannya. Untuk
memenuhi hal tersebut di atas, guru dituntut mampu mengelola proses belajar
mengajar yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga mau belajar karena
memang siswalah subyek utama dalam proses belajar .
Untuk mengupayakan pendidikan yang berkualitas, guru
seringkali menemukan kesulitan dalam memberikan materi pembelajaran. Terutama
dalam kualitas proses belajar mengajar yang dikembangkannya yang berakibat
langsung kepada kualitas hasil yang dicapai oleh para siswa. Kondisi semacam
ini akan terus terjadi selama guru masih menganggap bahwa dirinya merupakan
sumber belajar bagi siswa. Apalagi dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi, telah membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap berbagai
dimensi kehidupan manusia, terutama di bidang pendidikan. Agar pendidikan tidak
tertinggal dari perkembangan IPTEK tersebut perlu penyesuaian-penyesuaian
terutama yang berkaitan dengan faktor pengajaran di sekolah. Salah satu faktor
itu adalah media pembelajaran yang perlu dipelajari, dikuasai dan dipelajari
guru, sehingga dapat menyampaikan materi pelajaran secara baik, berdaya guna, dan
berhasil.
Media pembelajaran merupakan komponen intruksional
yang meliputi pesan, orang, dan peralatan. Media memiliki banyak makna baik
dilihat secara terbatas maupun secara luas. Media adalah alat bantu apa saja
yang dapat dijadian penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran. Media
pembelajaran yang masih umum digunakan para guru adalah media cetak.
Media
cetak mempunyai makna sebuah media yang menggunakan bahan dasar kertas atau
kain untuk menyampaikan pesan-pesannya. Unsur-unsur utama adalah tulisan
(teks), gambar visualisasi atau keduanya. Media cetak ini bisa dibuat untuk
membantu guru melakukan komunikasi interpersonal saat kegiatan belajar
mengajar. Media ini juga bisa dijadikan sebagai bahan referensi (bahan bacaan)
atau menjadi media instruksional atau mengkomunikasikan teknologi baru. Media
cetak dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk membantu guru dalam
menyampaikan materi pelajaran karena media ini banyak menyimpan pesan tertulis
yang mudah diterima.
Kedudukan media cetak dalam proses
belajar mengajar sangat menentukan, sebab meskipun seorang guru dalam
melaksanakan proses pembelajaran telah menguasai materi dengan baik dan sudah
menggunakan metode yang tepat, namun jika tidak digunakan media dalam
menyajikan materi secara praktis, maka tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai secara optimal.
Kenyataan yang
sering terjadi dalam kegiatan proses belajar mengajar guru masih jarang
memanfaatkan media cetak, mereka hanya menjelaskan materi yang terdapat dalam
buku paket saja dan amat sedikit menggunakan majalah, modul, lembar kerja.
Padahal seorang guru dituntut lebih kreatif dalam menyajikan materi seperti
mempergunakan media sebagai alat bantu untuk memperjelas materi yang masih
sulit dipahami siswa. Mengingat begitu besarnya
peran media cetak dalam proses belajar mengajar, maka makalah ini membahas
khusus mengenai media cetak dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam (PAI).
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang masalah
yang telah diuraikan di atas, maka masalah pokok yang akan dibahas sebagai
berikut:
1.
Apakah
pengertian media cetak?
2.
Bagaimana
ragam media cetak?
3.
Bagaimana
kelebihan dan kekurangan media cetak dalam pembelajaran?
4.
Bagaimana
media cetak dalam pembelajaran PAI?
C.
Tujuan Pembahasan
1.
Untuk
mengetahui pengertian media cetak.
2.
Untuk
mengetahui ragam media cetak.
3.
Untuk
mengetahui kelebihan dan kekurangan media cetak dalam pemebelajaran.
4.
Untuk
mengetahui media cetak dalam pembelajaran PAI.
BAB II PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN MEDIA
CETAK
Media cetak pada kenyataan meliputi bahan bacaan di Indonesia. Bahan bacaan
masih sedikit jumlahnya bila dilihat dari kebutuhan. Lagi pula kecenderungan
dan rangsangan untuk membacapun masih kurang. Padahal kegiatan membaca
merupakan suatu yang cukup penting artinya bagi siswa. Dengan membaca secara
teratur siswa dapat menyerap gagasan, teori, analisis atau penemuan orang lain.
Dan lewat kegiatan membaca seorang dapat mengikuti setiap perkembangan baru
yang terjadi. Selain meliputi bahan bacaan, media cetak menampilkan
simbol-simbol tertentu. Dalam proses pembelajaran, media cetak merupakan
media yang paling banyak dan paling sering digunakan. Media ini berfungsi untuk
menyalurkan pesan dari pemberi ke penerima pesan (dari guru kepada siswa). Media
cetak menurut Eric Barnow adalah segala barang yang dicetak yang ditujukan
untuk umum atau untuk suatu publik tertentu.
Secara sederhana, media cetak dapat diartikan sebagai media yang
mengandung pesan yang dituangkan dalam bentuk tulisan, huruf-huruf, gambar-gambar,
dan simbol-simbol yang mengandung arti. Media cetak mempunyai
makna sebuah media yang menggunakan bahan dasar kertas atau kain untuk
menyampaikan pesan-pesannya. Unsur-unsur utama adalah tulisan (teks),
gambar visualisasi atau keduanya. Media cetak ini bisa dibuat untuk membantu
guru melakukan komunikasi interpersonal saat kegiatan belajar mengajar. Media
cetak dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk membantu guru dalam
menyampaikan materi pelajaran karena media ini banyak menyimpan pesan tertulis
yang mudah diterima. Dengan demikian yang
dimaksud media cetak meliputi surat kabar, majalah, serta segala
macam barang cetakan yang ditujukan untuk menyebarluaskan pesan-pesan
komunikasi. Hubungan media
cetak ini untuk tujuan kognitif dapat berfungsi untuk menyampaikan informasi
yang bersifat nyata. Untuk tujuan afektif media cetak ini dapat menunjang suatu
materi dalam hubungannya dengan perubahan sikap dan tingkah laku. Untuk tujuan
psikomotor media cetak ini dapat menunjukkan posisi sesuatu yang sedang terjadi
dan mengajarkan berbagai langkah dan prinsip dalam proses pembelajaran.[1]
B.
RAGAM MEDIA CETAK
1. Buku teks
Buku
teks adalah buku pelajaran yang disusun oleh para ahli atau pakar dalam
bidangnya untuk menunjang program pengajaran yang telah digariskan oleh
pemerintah. Merupakan buku tentang suatu bidang studi atau ilmu tertentu yang
disusun untuk memudahkan para guru dan siswa dalam upaya mencapai tujuan
pembelajaran. Penyusunan buku teks ini
disesuaikan dengan urutan (sequence) dan ruang lingkup (scope) GBPP tiap bidang
studi tertentu. Fungsi buku teks bagi guru adalah sebagai pedoman untuk
mengidentifikasi apa yang harus diajarkan atau dipelajari oleh siswa,
mengetahui urutan penyajian bahan ajar, mengetahui teknik dan metode
pengajaranya, memperoleh bahan ajar secara mudah dan menggunakannya sebagai
alat pembelajaran siswa di dalam atau diluar sekolah. Fungsi buku teks bagi
siswa adalah sebagai sarana kepastian tentang apa yang ia pelajari, alat
kontrol untuk mengetahui seberapa banyak dan seberapa jauh ia telah menguasai
materi pelajaran, alat belajar (di luar kelas buku teks berfungsi sebagai guru)
di mana ia dapat menemukan petunjuk, teori, maupun konsep dan bahan-bahan
latihan atau evaluasi (Krisanjaya 1997:86).
2. Modul Pembelajaran
Modul
adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar
secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru, sehingga modul berisi paling
tidak tentang:
a) petunjuk belajar (Petunjuk
siswa/guru),
b) kompetensi yang akan dicapai,
c) content atau isi materi,
d) informasi pendukung,
e) latihan-latihan,
f) petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK),
g) evaluasi,
h) balikan terhadap hasil evaluasi.
Sebuah modul akan bermakna kalau peserta didik dapat
dengan mudah menggunakannya. Pembelajaran dengan modul memungkinkan seorang
peserta didik yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat
menyelesaikan satu atau lebih KD dibandingkan dengan peserta didik
lainnya. Dengan demikian maka modul harus menggambarkan KD yang akan
dicapai oleh peserta didik, disajikan dengan menggunakan bahasa yang baik,
menarik, dilengkapi dengan ilustrasi.
3. Lembar Kerja
LKS
merupakan suatu bahan ajar cetak berupa lembaran berisi tugas yang di dalamnya
berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas. LKS dapat berupa
panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif maupun panduan untuk
pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan eksperimen dan
demonstrasi. Tujuan pengemasan materi dalam bentuk LKS adalah:
a.
LKS membantu siswa
untuk menemukan suatu konsep LKS mengetengahkan terlebih dahulu suatu fenomena
yang bersifat konkrit, sederhana, dan berkaitan dengan konsep yang akan dipelajari.
LKS memuat apa yang (harus) dilakukan siswa meliputi melakukan, mengamati, dan
menganalisis;
b.
LKS membantu siswa
menerapkan dan mengintegrasikan berbagai konsep yang telah ditemukan;
c.
LKS berfungsi
sebagai penuntun belajar LKS berisi pertanyaan atau isian yang jawabannya ada
di dalam buku. Siswa akan dapat mengerjakan LKS tersebut jika membaca buku;
d.
LKS berfungsi
sebagai penguatan;
e.
LKS berfungsi
sebagai petunjuk praktikum.
Manfaat
LKS Lembar kegiatan siswa adalah dapat membantu guru dalam mengarahkan siswanya
untuk dapat menemukan konsep-konsep melalui aktivitasnya sendiri atau dalam
kelompok kerja. Selain itu, LKS juga dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan
proses, mengembangkan sikap ilmiah serta membangkitkan minat siswa terhadap
alam sekitarnya. Akhirnya LKS juga memudahkan guru untuk melihat keberhasilan
siswa dalam mencapai sasaran belajar.
4.
Handout
Handout merupakan ringkasan bahan
pembelajaran cetak yang berisi pemetaan konsep, uraian singkat, ikhtisar,
skema, prosedur kerja, atau penerapan rumus-rumus, dan contoh-contoh
perhitungan praktis yang didistribusi secara cuma-cuma kepada peserta didik. Handout
adalah bahan ajar cetak yang diberikan kepada peserta didik yang berisi inti
sari pembahasan, pertanyaan dan masalah, dan / atau tugas yang akan
diselesaikan oleh peserta didik.[2]
5. Majalah
Majalah
adalah jenis media yang terdiri dari sekumpulan kertas cetakan yang disatukan.
Tulisan-tulisan di dalam majalah dibuat bukan oleh tulisan tangan, namun oleh
suatu mesin cetak. Majalah biasanya berisi berbagai macam topik tulisan yang
sesuai dengan tujuan dan topik dari majalah yang bersangkutan. Bukan hanya
terdapat tulisan, di dalam majalah juga ada gambar-gambar yang bertujuan
sebagai ilustrasi dari tulisan dan juga bertujuan untuk membuat isi majalah
menjadi cantik dan menarik.
6. Leaflet
Leaflet adalah bahan cetak tertulis berupa lembaran yang dilipat tapi tidak
dimatikan/dijahit. Agar terlihat menarik biasanya leaflet didesain secara
cermat dilengkapi dengan ilustrasi dan menggunakan bahasa yang sederhana,
singkat serta mudah dipahami. Leaflet sebagai bahan ajar juga harus memuat
materi yang dapat menggiring peserta didik untuk menguasai satu atau lebih KD.
7. Poster
Yaitu
sajian bentuk grafis dari kombinasi visual yang jelas, menyolok, dan menarik
dengan maksud untuk menarik perhatian orang dan mengikuti informasi atau
himbuan yang dituliskan. Poster merupakan gabungan antara gambar dan tulisan
dalam satu bidang yang memberikan informasi tentang satu atau dua ide pokok.
8. Foto/Gambar
Foto/gambar memiliki makna yang lebih baik dibandingkan
dengan tulisan. Foto/gambar sebagai bahan ajar tentu saja diperlukan satu
rancangan yang baik agar setelah selesai melihat sebuah atau serangkaian
foto/gambar siswa dapat melakukan sesuatu yang pada akhirnya menguasai satu
atau lebih KD. Menurut Weidenmann dalam buku Lehren mit Bildmedien menggambarkan
bahwa melihat sebuah foto/gambar lebih tinggi maknanya dari pada membaca atau
mendengar. Melalui membaca yang dapat diingat hanya 10%, dari mendengar yang
diingat 20%, dan dari melihat yang diingat 30%. Foto/gambar yang didesain
secara baik dapat memberikan pemahaman yang lebih baik. Bahan ajar ini dalam
menggunakannya harus dibantu dengan bahan tertulis. Bahan tertulis dapat berupa
petunjuk cara menggunakannya dan atau bahan tes. Sebuah gambar yang bermakna paling
tidak memiliki kriteria sebagai berikut:
a.
Gambar harus mengandung sesuatu yang dapat
dilihat dan penuh dengan informasi/data. Sehingga gambar tidak hanya sekedar
gambar yang tidak mengandung arti atau tidak ada yang dapat dipelajari,
b.
Gambar bermakna dan dapat dimengerti.
Sehingga, si pembaca gambar benar-benar mengerti, tidak salah pengertian,
c.
Lengkap, rasional untuk digunakan dalam
proses pembelajaran, bahannya diambil dari sumber yang benar. Sehingga jangan
sampai gambar miskin informasi yang berakibat penggunanya tidak belajar
apa-apa.
9. Komik
Komik merupakan media yang mempunyai
sifat yang sederhana, jelas, mudah dipahami. Berbentuk gambar dan teks yang
sedikit, berbentuk percakapan. Oleh sebab itu komik dapat berfungsi sebagai
media yang informatif dan edukatif. Komik dapat diterbitkan dalam berbagai
bentuk, mulai dari strip dalam koran, dimuat dalam majalah, hingga berbentuk
buku tersendiri. (Wikipedia, 2015). Komik sangat efektif diterapkan pada anak
yang dominan kecerdasan bahasa dan kecerdasan visual karena memuat
cerita-cerita dalam gambar yang berwarna warni[3]
10. Puzzle
Puzzle
di sini dalam bentuk gambar yang berisi edukasi. Dunia anak masih kental dengan
suasana permainan. Dengan puzzle, seorang anak selain bermain juga dapat sambil
belajar.
C.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MEDIA CETAK DALAM PEMEBELAJARAN
Media cetak memiliki kelebihan dan
kekurangan untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Kelebihan dan kekurangan
itu antara lain sebagai berikut.
1. Kelebihan
Kelebihan
dari media pembelajaran, khususnya media cetak yang digunakan adalah sebagai
berikut.
a.
Dapat menyajikan
pesan atau informasi dalam jumlah banyak
b.
Pesan atau infomasi
dapat dipelajari oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan, minat, dan
kecepatan masing-masing.
d.
Dapat dikumpulkan
atau dibuat kliping.
e.
Informasi didalamnya
jelas dan mampu menejelaskan hal-hal yang kompleks ataupun bersifat
investigatif, terkadang juga disertai gambar atau foto kejadian perkara.
f.
Perbaikan / revisi
mudah dilakukan
g.
Mampu menyampaikan
berbagai informasi yang berkaitan dengan fakta maupun konsep abstrak yang
bersifat pengetahuan, keterampilan ataupun sikap.
2. Kekurangan
Media cetak yang digunakan untuk media
pembelajaran mempunyai beberapa kekurangan, antara lain sebagai berikut:
a.
Proses pembuatannya
membutuhkan waktu yang cukup lama
b.
Bahan cetak yang
tebal mungkin dapat membosankan dan mematikan minat peserta didik untuk
membacanya
c.
Apabila dijilid dn
kertasnya jelek, bahan cetak akan mudah rusak dan sobek.
D.
MEDIA CETAK DALAM
PEMBELAJARAN PAI
Media cetak berbeda dengan media audio karena media ini
sangat berperan pada penglihatan. Misalnya guru menjelaskan materi yang ada
hubungannya dengan sebuah hadis atau ayat. Di sini guru dapat menggunakan media
cetak dengan menempelkan gambar atau poster yang bertuliskan hadis dan ayat.
Pada media cetak juga terdapat metode penggunaannya dalam proses pembelajaran
yaitu:
a. Menganalisis pokok bahasan/sub pokok bahasan;
b. Menyiapkan bahan-bahan yang digunakan;
c. Menugaskan siswa untuk menyiapkan bahan-bahan yang akan
digunakan dalam proses pembelajaran;
d. Memeragakan gambar-gambar sehingga dapat dilihat dengan
jelas oleh semua siswa;
e. Guru menjelaskan materi pelajaran melalui media yang telah
disiapkan sekaligus juga menanamkan nilai moral dan norma yang menjadi target
harapannya.
Metode
ini dalam pembelajaran PAI memudahkan guru dalam peyampaiannya dimana dengan
memperlihatkan tulisan-tulisan arab yang berisikan hadis atau ayat guru dapat
langsung memberikan makna mufradat yang berkenaan dengan tulisan tersebut dan
dapat memberikan daya tarik bagi siswa dengan melihat keindahan tulisan di samping
tujuan utama memahami hadis atau ayat tersebut.
Pada aspek Al-Qur’an, guru menggunakan
media cetak dengan menempelkan gambar atau poster yang bertuliskan hadis dan
ayat. Pada aspek Aqidah, untuk memahamkan
peserta didik tentang hari akhir, maka guru menggunakan media cetak berupa
foto/gambar tentang kejadian-kejadian alam yang terjadi dalam kehidupan
sehari-hari. Pada aspek Akhlak, guru menggunakan media cetak berupa buku teks akhlak, buku teks agama
pelengkap, bahan bacaan umum seperti majalah, koran dan sebagainya. Melalui
bahan bacaan atau bahan cetak ini peserta didik akan memperoleh pengalaman
dengan membaca. Pada aspek
fiqih, untuk memahamkan tatacara berwudhu atau tayamum, guru menggunakan
poster. Pada aspek tarikh, guru
menggunakan media cetak berupa buku teks
tentang kisah-kisah nabi dan khulafaur rasyidin untuk mengajarkan
kisah-kisah nabi dan sahabat rasulullah, saw.
Melaui metode penggunaan media ini, siswa
dapat belajar dan membaca dengan penglihatannya sendiri dan tidak hanya
mendengar metode ceramah dari guru tanpa menggunakan media maka murid susah
memahami isi dari materi pelajaran tersebut.
BAB III PENUTUP
A.
Simpulan
Berdasarkan
pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa :
1.
Media
cetak dapat diartikan sebagai media yang mengandung pesan yang dituangkan dalam
bentuk tulisan, huruf-huruf, gambar-gambar, dan simbol-simbol yang mengandung
arti.
2.
Ragam media cetak yang
dapat digunakan sebagai media pembelajaran adalah buku teks pembelajaran,
modul, LKS (Lembar Kerja Siswa), handout,
majalah, leaflet, poster, foto/gambar, komik, dan puzzle.
3.
Kelebihan media
cetak sebagai media pembelajaran diantaranya adalah dapat dibaca berulang-ulang dimana saja, kapan saja, dapat dibuat
kliping, informasi didalamnya jelas berkaitan dengan fakta maupun konsep
abstrak yang bersifat pengetahuan, keterampilan ataupun sikap, dan
penggunaannya mudah tidak bergantung pada peralatan lain. Kekurangannya
penyampaian informasinya lebih lambat dari media lain, foto dan gambar yang ada
terbatas, biaya produksinya mahal, jumlah barangnya terbatas, membutuhkan waktu
yang lama untuk membaca semua berita sampai selesai, kurang bisa membantu daya
ingat, apabila penyajiannya tidak menarik cepat membosankan para pembaca.
4.
Media cetak dalam pembelajaran PAI
antara lain :
a.
Pada aspek Al-Qur’an, guru
menggunakan media cetak dengan menempelkan gambar atau poster yang bertuliskan
hadis dan ayat.
b.
Pada aspek Aqidah, untuk memahamkan peserta didik tentang hari
akhir, maka guru menggunakan media cetak berupa foto/gambar tentang
kejadian-kejadian alam yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
c.
Pada aspek
Akhlak, guru menggunakan media cetak berupa
buku teks akhlak, buku teks agama pelengkap, bahan bacaan umum seperti majalah,
koran dan sebagainya. Melalui bahan bacaan atau bahan cetak ini peserta didik
akan memperoleh pengalaman dengan membaca.
d.
Pada aspek
fiqih, untuk memahamkan tatacara berwudhu atau tayamum, guru menggunakan
poster.
e.
Pada aspek tarikh, guru
menggunakan media cetak berupa buku teks
tentang kisah-kisah nabi dan khulafaur rasyidin untuk mengajarkan
kisah-kisah nabi dan sahabat rasulullah, saw.
B.
Saran
Sebagai
seorang pendidik, hendaknya dapat memanfaatkan media di sekitarnya sebagai
media pembelajaran, termasuk media cetak. Pendidik hendaknya mampu
mengembangkan media semenarik mungkin sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai
sekaligus menyenangkan hati siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad,
Azhar. Media Pembelajaran, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,
1997.
Hardianto,
Media Pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam, https://www.academia.edu.
(diakses 8 Nopember 2019)
Mukhtar, Desain
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Jakarta: CV Misaka Galiza, 2003)
Sanjaya
Wina, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. (Jakarta:
Kencana, 2011)
Thoha,
Chabib, dkk., Metodologi Pembelajaran Agama, ( Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 1999)
Wikipedia.
Komik. Online. https://id.wikipedia.org/wiki/komik (diakses
Yaumi,
muhammad, Media & Teknologi Pembelajaran. (Cet.1; Jakarta:
Prenadamedia Group, 2018)
